Dikbud Malut Gelar FGD PPKD Berbasis Nilai Budaya

TERNATE – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara, melalui Bidang Kebudayaan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Pokok Pikiran Daerah (PPKD). Kegiatan bertajuk “Memajukan Maluku Utara Berbasis Nilai-Nilai Budaya Moloku Kie Raha” ini berlangsung di Muara Mall Ternate, Sabtu (06/10/2018).

Kabid Kebudayaan Siklus Maluku Utara, Ahmad S. Kamis kepada wartawan mengatakan, kegiatan ini bermaksud untuk menyusun PPKD dalam rangka memajukan kebudayaan di Maluku Utara.

“PPKD Provinsi Malut bersama dengan kabupaten/kota, dan juga teman-teman yang ada di kampus Unkhair kota Ternate, sudah berkomunikasi dengan kami, secara intensif, untuk menyusun PPKD Provinsi dan yang diawali dengan data yang ada di kabupaten/kota,” katanya.

Lanjut dia, hingga saat ini FGD yang digelar dalam rangka memboboti apa yang telah dilakukan di kabupaten/kota sehingga memperkaya informasi tentang objek kebudayaan yang ada di Maluku Utara.

“Sehingga dalam penyusunan kebudayaan PPKD Provinsi Malut itu, paling tidak sudah menampung masalah yang ada di Malut ini. Karena kita ketahui ada lima kabupaten/kota belum bisa di susun karenakan banyak tantangan di kabupaten kotanya masing-masing,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan adanya tantangan tersebut, Pemprov Maluku Utara siap mendorong secara maksimal sehingga PPKD bisa tersusun setelah di susun akan di SK-kan oleh Gubernur Maluku Utara.

“Bila PPKD Provinsi Malut sudah tersusun, itu adalah dokumen resmi yang tidak bisa dipisahkan, dari lima kabupaten yang sudah di susun dan belum,” pungkasnya.

Sementara itu akademisi Unkhair Ternate Ridha Adjam menyatakan, mungkin ini bidang pertama di provinsi Maluku Utara yang mendesain programnya baik kabupaten maupun provinsi, dan program ini sangat baik.

“Ini kepala bidang kebudayaan yang pertama kalinya mengadakan seperti ini, bekerja sama dengan Komunitas, akademisi, serta tokoh-tokoh adat,” katanya.

“Kami di bidang akademik sudah meneliti banyak nilai-nilai budaya, termasuk di bagian bahasa, hasil penelitian terakhir bahasa di Malut ada 34 bahasa. Dari 34 bahasa, terakhir di desa Ibu itu, bahasa yang sudah hampir punah, kerana susah satu orang yang masih bisa menggunakan bahasa tersebut artinya kita gagal melestarikan budaya kita,” sambungnya.(ny/red)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Harga Bensin Eceran di Taliabu Meroket

Sen Okt 8 , 2018
TERNATE – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara, melalui Bidang Kebudayaan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Pokok Pikiran Daerah (PPKD). Kegiatan bertajuk “Memajukan Maluku Utara Berbasis Nilai-Nilai Budaya Moloku Kie Raha” ini berlangsung di Muara Mall Ternate, Sabtu (06/10/2018). Kabid Kebudayaan Siklus Maluku Utara, Ahmad S. Kamis […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!