Rabu, Oktober 27, 2021
Home > MALUT > Bawaslu Taliabu ‘Sita’ Puluhan Formulir Rekrutmen Relawan AGK-YA

Bawaslu Taliabu ‘Sita’ Puluhan Formulir Rekrutmen Relawan AGK-YA

BOBONG – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) melakukan penyitaan puluhan formulir relawan milik Paslon Cagub dan Cawagub Maluku Utara AGK-YA yang diduga bermuatan janji politik.

Kini, Bawaslu Pultab berencana akan memanggil tim relawan Paslon AGK-YA untuk dimintai klarifikasi terkait peredaran formulir tersebut.

“Rencana panggilan klarifikasi itu karena 5 orang tim relawan Paslon AGK-YA di Desa Limbo, Kecamatan Taliabu Barat yang merupakan Desa PSU diduga melakukan perjanjian dengan 22 orang masayarakat Desa Limbo melalui pengisian format atau Formulir pernyataan relawan. Formulir yang disi oleh warga tersebut didalamnya ada juga janji-janji politik bantuan dibidang perikanan dan air bersih apabila AGK-YA kembali terpilih sebagai gubernur Malut,” kata Katua Bawaslu Taliabu, Adidas Latea, Jum,at (05/10/2018).

LIHAT JUGA: Bawaslu Malut Agendakan Pemanggilan KPU Taliabu

“Kami dan gakumdu siap untuk meminta keterangan dari 27 orang ini. Dimana 22 orang itu mereka yang memberikan pernyataan tertulis didalam formulir relawan dan 5 orang lainnya adalah tim-tim Paslon AGK-YA yang mengkoordinir masayarakat di Desa Limbo dan Desa Lohobuba,” sambungnya.

Menurut Adidas, pengisian formulir rekrutan relawan itu merupakan modus yang sengaja diperankan oleh tim Paslon AGK-YA ini ditemukan langsung oleh Panwas di kediaman kordinator tim relawan Mudassir di Desa Limbo.

LIHAT JUGA: Panwascam Kao Teluk Amankan ‘Sumbangan Paslon AGK-YA’

“Kami mendapat informasi dari masayarakat limbo, langsung mengkroscek di kediaman Mudassir disana kegiatan pengisian formulir tersebut sedang berlangsung. Dari situ saya mencoba mendiskusi dengan mereka, saya pun meminta ijin untuk menyita dokumen formulir itu tapi dari relawan bilang tidak bisa karena barang milik mereka, karena memang kita juga tidak ada kewenangan menyita.

“Sayapun menyampaikan ke mereka bahwa apa yang kita dapat hari ini akan dipelajari dan kalau misalnya ada dugaan pelanggaran maka tidak menutup kemungkinan kita akan mengirm surat undang klarifikasi,” pungkasnya.(tmi/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!