Senin, September 27, 2021
Home > POLMAS > Politisi Soroti Rencana Kunker Gubernur AGK ke Taliabu-Sula

Politisi Soroti Rencana Kunker Gubernur AGK ke Taliabu-Sula

BOBONG – Rencana kunjungan kerja (Kunker) Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba (AGK) ke Kabupaten Pulau Taliabu dan Kepulauan Sula pada Sabtu (06/102018) mendatang mendapat sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya politisi muda PPP, Rismanto Tari.

Ketua DPC PPP Kabupaten Pulau Taliabu ini menilai, kunker yang akan dilaksanakan AGK hanya ingin mencari ‘simpati’ masyarakat Pulau Taliabu dengan memanfaatkan statusnya sebagai Gubernur defenitif.

Sebab masih berkaitan dengan status AGK yang saat ini sebagai peserta calon Gubernur Maluku Utara Periode 2018-2024. Dimana, beberapa desa di kedua kabupaten tersebut adalah yang akan melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) sebagaimana amar putusan MK pada 17 September 2018 kemarin.

“Menurut saya, kunker yang direncanakan oleh pak Gubernur Maluku Utara AGK pada tanggal 6 Oktober 2018 mendatang sangat bermuatan politik, apa lagi kunkernya itu masuk di wilayah PSU, sehingga kunjungan kerja tersebut adalah kunker rasa PSU,” ujar Rismanto, Kamis (27/09/2018).

“Kunker bisa dilakukan diluar dari daerah-daerah lain yang tidak masuk dalam zona PSU atau dilaksanakan usai PSU sehingga tidak ada kecurigaan dimata masyarakat bahwa kunker tersebut bernuasa politik,” sambungnya.

Rismanto menyebutkan, AGK selama menjabat Gubernur Maluku Utara hampir tak pernah menyapa masyarakat Kabupaten Pulau Taliabu.

“Selaku masyarakat Taliabu dan Sula, kami merasa dianaktirikan oleh Pemprov yang di pimpin oleh beliau (AGK.red). Padahal kamilah di dua kabupaten ini yang menjadikan beliau sebagai Gubernur. Kami bukan mengharapkan untuk mendapatkan perhatian khusus dari Pemprov namun setidaknya yang menjadi hak-hak kami tolong di berikan sesuai dengan porsi kami,” terangnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat agar menyalurkan hak demokrasinya secara baik dan benar pada pelaksanaan PSU pada 17 Oktober 2018 mendatang, serta senantiasa menjaga kamtibmas.

Sekedar untuk diketahui, adapun wilayah yang masuk dalam zona PSU yakni, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula dan Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu. Kemudian enam desa yakni, Desa Dum-dum, Gamsungi, Bobaneigo, Pasir Putih, Tetewang serta Akelamo Kao yang disengketakan Kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Utara.(tmi/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!