Kejati Malut Kaji Kembali Barang Bukti Kasus Waterboom

TERNATE – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku Utara (Malut) Ida Bagus Nyoman Wismantanu menegaskan akan mengkaji kembali barang bukti kasus pembebasan lahan Hak Guna Bangunan (Waterboom Ternate) tahun 2011 yang diduga merugikan keuangan negara senilai Rp. 3,3 miliar.

“Kasus waterboom sudah ada putusannya, putusan pengadilan berkekuatan hukuman tetap sudah ada. Tinggal sekarang kita mengkaji apakah ada peran dari pihak-pihak lain yang terlibat atau tidak di dalam perkara itu,” katanya kepada sejumlah wartawan, Kamis (19/07/2018).

Menurut dia, semua kasus perlu bukti dan untuk mencari alat bukti semua harus ada prosedur, dan tidak semudah membalikkan telapak tangan.

“Kita akan melaksanakan sesuai hukum acara, kalau tidak kami akan di praperadilankan nanti,” ujarnya.

Di sentil terkait akankan Kejati akan mencari bukti-bukti terbaru atau memakai bukti yang sudah ada, kata Kajati, “kalau perka sudah naik ke pengadilan berarti bukti-bukti sudah ada, jadi kami akan mengkaji setiap kejadian siapa yang melakukan di waktu-waktu tertentu, perannya, kegiatan yang dia lakukan sehingga terjadinya tindak pidana,” tuturnya.

“Untuk semua kasus kami bekerja, jangan di nilai kami tidak bekerja,” sambung Kajati tegas.

Ditambahkan, siapapun orangnya yang berperan semua akan di tindaklanjuti, dia sebagai apa, apa peranya, semua akan dikaji.

Sekedar diketahui, dalam kasus Waterboom ini sebelumnnya sudah ada putusan PN Ternate. Pemilik PT Nelayan Bhakti (PT. NB) Jhonny Hari Soetanyo divonis 1,6 tahun panjara serta Sekda Kota Ternate Isnain Ibrahim dan Kabag Pemerintahan Setda Kota Ternate Ade Mustafa divonis 1,8 tahun penjara.

Putusan terhadap Isnain dan Ade Mustafa ini bertambah 4 tahun setelah keduanya mengajukan banding di Pengadilan Tinggi Maluku Utara.

Sementara itu, berdasarkan salinan surat Peninjaun Kembali (PK) No : 147 PK/PID.SUS/2014, tercantum nama Wali Kota Ternate Burhan Abdurrahman bersama mantan Wakil Walikota Arifin Djafar yang disebutkan turut serta bertanggungjawab atas tindak pidana korupsi pembebasan lahan Waterboom Kelurahan Kayu Merah, Kecamatan Ternate Selatan yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran  2011 yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 3,3 miliar.(ul/red)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Usai Isi BBM, Mobil Carry Meledak dan Terbakar di Depan SPBU Jailolo

Kam Jul 19 , 2018
TERNATE – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku Utara (Malut) Ida Bagus Nyoman Wismantanu menegaskan akan mengkaji kembali barang bukti kasus pembebasan lahan Hak Guna Bangunan (Waterboom Ternate) tahun 2011 yang diduga merugikan keuangan negara senilai Rp. 3,3 miliar. “Kasus waterboom sudah ada putusannya, putusan pengadilan berkekuatan hukuman tetap sudah ada. Tinggal […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!