CJH Sudah Bisa Cetak Visa Sendiri

  • Whatsapp

JAKARTA – Pemerintah kembali memberikan satu kemudahan kepada para calon jamaah haji (CJH). Mulai tahun ini, para jamaah bisa memeriksa sendiri apakah visa haji mereka sudah terbit atau belum. Bukan itu saja, para jamaah bahkan bisa langsung mencetak sendiri visa mereka.

Kepala Seksi Pemvisaaan Subdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Kementerian Agama (Kemenag) Ahmad Jauhari mengatakan, jamaah yang ingin mengetahui status visanya bisa masuk kewebsite milik kementerian luar negeri. Situs tersebut memiliki beberapa fitur terkait pembuatan visa.

“Pilih kolom nomor paspor, isi, lalu ketik nama depan jamaah sesuai yang tertera dalam paspor,’’ terang Jauhari di Kantor Kemenag, Jakarta, dikutip dari malutpos.co.id, Kamis (05/07/2018).

Jika nomor paspor dan nama depan benar, akan muncul beberapa kolom yang harus diisi oleh jamaah haji. Setelah semua kolom diisi, secara otomatis akan muncul visa yang siap di-print. ’’Mau diprint 10 atau 50 lembar boleh, semuanya asli dan resmi,’’ jelas Jauhari.

Dia menerangkan, sebenarnya saat ini sudah berlaku sistem visa elektronik. Dengan sistem tersebut, semua data jamaah bisa diakses secara online. Namun, petugas imigrasi Arab Saudi masih sering menanyakan bukti fisik visa jamaah.

’’Nah, jika sudah nge-print, jamaah bisa langsung menunjukkan fisik visa kepada petugas imigrasi Arab Saudi yang menanyakannya,’’ terangnya.

Dengan demikian, kata Jauhari, fasilitas baru tersebut akan memudahkan jamaah dalam proses pemeriksaan administrasi di Arab Saudi.

Lanjutnya, fasilitas tersebut hanya bisa diakses oleh jamaah yang proses pembuatan visanya sudah di-approve. Saat ini, kemenag sedang mengebut penyelesaian visa. Menurut Jauhari, dalam kondisi normal, Kemenag bisa memproses 10 ribu sampai 15 ribu pengajuan visa perhari.

“Tapi kan ada step by step, ada tahapan-tahapannya,’’ katanya.

Apalagi, pengiriman berkas persyaratan visa dari daerah tidak bisa dilakukan sekaligus. ‘’Itu terkait dengan jadwal pelunasan biaya haji, pembentukan kloter, dan beberapa hal lain yang butuh waktu. Kalau berkas lengkap dan dikirim ke kami, tentu penyelesaiannya akan kami kebut,’’ bebernya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ada dua masalah penting yang sering terjadi dalam pembuatan visa. Pertama, nama jamaah yang tercantum di setoran awal tidak sama dengan paspor. Untuk kasus seperti ini, kemenag provinsi atau kabupaten/kota harus melakukan verifikasi ulang. Caranya dengan memanggil jamaah yang bersangkutan bersama sejumlah saksi.

Tujuannya untuk memastikan bahwa nama tersebut benar-benar orang yang sama. Jika proses verifikasi beres, kemenag di daerah harus mengirim surat keterangan ke kemenag pusat. Isinya tentang pernyataan bahwa jamaah tersebut benar-benar sesuai dengan data kemenag. Surat keterangan itulah yang akan menjadi dasar untuk proses pembuatan visa selanjutnya.
“Nanti nama yang kami jadikan acuan adalah nama yang tercantum di paspor,’’ jelasnya lagi.

Problem kedua, lanjut Jauhari, jamaah yang memiliki paspor terbitan lama. Biasanya, sistem scan dalam aplikasi e-Hajj tidak bisa membaca kode-kode yang tercantum di paspor lama. Padahal, petugas kemenag di Jakarta tidak memiliki fasilitas untuk melakukan input data secara manual. Jika hal itu terjadi, petugas kemenag terpaksa menghubungi operator aplikasi e-Hajj di Jeddah.

“Kami akan meminta agar mereka membuka fasilitas input data secara manual,’’ tandasnya.(red)

Pos terkait