KOMITE PENYELAMAT TELUK JAKARTA

Inkonsistensi Anies – Sandi

Baru saja warga di pesisir teluk Jakarta (nelayan) merayakan hari kemenangan setelah sebulan berperang menahan hawa nafsu. Namun perayaan kemenangan warga jakarta terutama para nelayan di nodai dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta tentang Reklamasi Teluk Jakarta.

Dipenghujung Ramadhan, warga Jakarta di kagetkan dengan akselerasi Gubernur DKI Anies dengan hanya menyegel gedung di atas pulau reklamasi (bukan menyegel pulau reklamasi) dan penerbitan PERGUB DKI No. 8 Tahun 2018 Tentang Pembentukan, Organisasi, dan Tata Kerja Badan Koordinasi Pengelolaan Reklamasi Pantai Utara Jakarta pada senin 4 Juni 2018.

Langkah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyegel gedung hasil reklamasi di pulau B dan D bukan sesuatu yang mengembirakan, karena yang di segel hanya bangunan di pulau reklamasi yang belum memiliki IMB. Langkah tersebut di lakukan dengan gagah berani oleh Anies Baswedan dengan turun memimpin penyegelan.

Tentu khalayak masih ingat tentang hingar bingar Pilkada DKI beberapa waktu yang lalu. Yang pada saat itu saat masih menjadi Calon Gubernur, dengan semangat membara mereka menyatakan Menghentikan Reklamasi Teluk Jakarta.

Berdasarkan sikap Gubernur DKI Jakarta tentang Reklamasi Teluk Jakarta, dengan dua kebijakan yang di lakukan (penyegelan gedung dan Pergub). Maka Komite Penyelamat Teluk Jakarta menyampaikan sikap sebagai berikut:

  1. Anies Sandi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tidak sunguh-sunguh menunaikan janjinya menolak reklamasi teluk jakarta sebagaimana saat kampanye pada pilkada lalu. Ketidaksungguhannya terlihat dengan hanya menyegel bangunan bukan membongkar serta menerbitkan Pergub No 8 Tahun 2018.

 

  1. Mengajak warga DKI Jakarta untuk mencabut dukungan terhadap Anies Sandi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur karena tidak menepati janjinya dan nampak bergairah melanjutkan reklamasi teluk jakarta dengan akan membentuk Badan Pelaksana yang mengkoordinasikan pelaksanaan dan pengawasan reklamasi (baca Pergub No 8 Tahun 2018).

 

  1. Bahwa Reklamasi Teluk Jakarta semestinya di hentikan prosesnya dengan membongkar seluruh bangunan yang ada di pulau reklamasi bukan sekedar menyegel dengan alibi IMB. Karena reklamasi teluk jakarta menurut hemat Komite Penyelamat Teluk Jakarta tidak memiliki manfaat terhadap nelayan dan melululantakkan/merusak ekosistem pesisir Teluk Jakarta (baca masalah reklamasi teluk jakarta).

 

Hormat kami,

Komite Penyelamat Teluk Jakarta

Bung Yudi

Koordinator

Cp: 082 111 8 999 38

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Neymar Dituding Sebagai Bencana di Timnas Brasil

Sen Jun 18 , 2018
Inkonsistensi Anies – Sandi Baru saja warga di pesisir teluk Jakarta (nelayan) merayakan hari kemenangan setelah sebulan berperang menahan hawa nafsu. Namun perayaan kemenangan warga jakarta terutama para nelayan di nodai dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta tentang Reklamasi Teluk Jakarta. Dipenghujung Ramadhan, warga Jakarta di kagetkan dengan akselerasi Gubernur DKI […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!