Menteri Keuangan Pastikan THR Tidak Bebani Keuangan Daerah

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani, memastikan bahwa bonus besar yang diberikan pemerintah kepada PNS dalam bentuk THR dan gaji ke-13 tahun ini tidak akan membebani keuangan daerah dalam menggaji aparatur daerah. Pasalnya, sebelum memutuskan untuk memberi bonus tersebut pemerintah pusat sudah melakukan antisipasi.

Antisipasi diberikan dalam bentuk pemberian Dana Alokasi Umum (DAU). Ani mengatakan bahwa pemerintah pada APBN 2018 ini sudah meningkatkan alokasi DAU.

Data Kementerian Keuangan, tahun ini jumlah alokasi DAU mencapai Rp 401,48 triliun atau naik 0,72 persen dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 398,58 triliun.

Ani mengatakan bahwa walaupun bisa digunakan oleh daerah untuk keperluan lain, dana tersebut juga bisa digunakan sebagai sumber gaji.

“Sudah ada keputusan menteri dalam negeri yang telah memberikan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan terkait itu,” kata Sri Mulyani di Komplek Istana Negara, dikutip dari cnnindonesia.com, Senin (04/06/2018).

Ani melanjutkan, anggaran untuk kenaikan THR PNS juga bukan sesuatu yang dilakukan mendadak. Menurutnya, kenaikan THR bagi abdi negara sudah disampaikan di dalam nota keuangan RAPBN 2018 tahun lalu.

Selain itu, sebelum diberikan pada PNS anggaran tersebut juga sudah dibahas bersama dengan DPR.

“Jadi memang alokasi transfer daerah formulasinya sudah memasukkan perhitungan THR dan gaji ke-13. Semenjak nota keuangan memang sudah disampaikan,” katanya.

Meski demikian, Ani berjanji akan memperhatikan keluhan daerah. Kementerian Keuangan akan menyisir daerah-daerah yang merasa terbebani untuk memberikan gaji ke-13 dan THR untuk PNS mereka.

“Kalau ada suara daerah, ya kami akan lihat. Karena seharusnya dari DAU itu mereka sudah ada. Saya sudah minta ke Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan untuk melihat hal ini,” katanya.

Pemerintah tahun ini akan menggelontorkan THR dan gaji ke-13 bagi PNS. Untuk THR bagi PNS, pensiunan, Polri, dan TNI, anggaran yang diggelontorkan Rp35,76 triliun.

Sementara itu untuk gaji ke-13, tunjangan kinerja ke-13 dan pensiun ke-13 besaran dana yang akan digelontorkan masing- masingnya mencapai Rp5,24 triliun, Rp5,79 triliun, Rp6,85 triliun.

Namun, pemberian THR tersebut ternyata menimbulkan beban bagi daerah. Salah satu beban dialami oleh Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Yuzan Noor mengatakan anggaran yang dimiliki daerahnya tidak mencukupi untuk membayar THR dan gaji ke-13 PNS.

Karena kekurangan anggaran itu pun, Pemerintah Kabupaten Tabalong kebingungan membayar THR sesuai peraturan pemerintah yang baru karena dalam APBD 2018 hanya mencakup gaji pokok untuk gaji ke-14.

Ia menambahkan dalam satu bulan pemerintah daerah telah mengalokasikan Rp8,5 miliar untuk tunjangan daerah ASN.

“Sekarang kami harus mencarikan kekurangan dana Rp8,5 miliar untuk THR tahun ini,” katanya.(red)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Rupiah dan IHSG Bergerak Positif ke Level 6.014

Sen Jun 4 , 2018
JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani, memastikan bahwa bonus besar yang diberikan pemerintah kepada PNS dalam bentuk THR dan gaji ke-13 tahun ini tidak akan membebani keuangan daerah dalam menggaji aparatur daerah. Pasalnya, sebelum memutuskan untuk memberi bonus tersebut pemerintah pusat sudah melakukan antisipasi. Antisipasi diberikan dalam bentuk pemberian Dana […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!