Polda Malut Telaah Dugaan Penyalahgunaan Dana WIFT

  • Whatsapp
Mapolda Malut

TERNATE – Penyidik Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Maluku Utara (Malut) mulai menelaah sejumlah dokumen laporan dugaan penyalahgunaan dana kegiatan Widi Internasional Fishing Tournament (WIFT) tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut.

Anggaran sebesar Rp 11,7 miliar dalam kegiatan berskala internasional itu diduga disalahgunakan.

Dugaan ini diperkuat dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang menemukan anggaran sebesar itu sulit dipertanggungjawabkan oleh Pemprov Malut dan panitia kegiatan WIFT.

Dikutip dari malutpost.co.id Senin (28/05/2018), Dir Reskrimsus Polda Malut, Kombes Pol Masrur mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan telaah terhadap dokumen dugaan masalah tersebut, sekaligus menunggu langkah penyelesaian Pemprov Malut sebagaimana diberikan waktu 60 hari oleh BPK RI.

“Kalau dalam waktu 60 itu tidak bisa diselesaikan Pemprov, maka Polda langsung melakukan penyelidikan atas kasus dugaan korupsi ini. Jadi, sementara ini kami menunggu hingga batas waktu yang diberikan BPK ke Pemprov,” singkat Masrur.

Untuk sekedar diketahui,  dugaan ini sebelumnya BPK menyampaikan hasil temuan Rp 507 miliar anggaran Pemprov Malut yang bermasalah. Dari 507 miliar tersebut, di dalamnya terdapat anggaran belanja barang dan jasa pada event WIFT sebesar Rp 9,7 miliar dan pengamanan WIFT sebesar Rp 2 miliar. Total keseluruhan anggaran tersebut mencapai Rp 11,7 miliar.(red)

Pos terkait