Senin, September 27, 2021
Home > HUKRIM > Gendang Sahur Berujung Maut di Desa Lede

Gendang Sahur Berujung Maut di Desa Lede

BOBONG – Kegiatan gendang sahur seharusnya menjadi kegiatan positif yang menghasilkan pahala di bulan suci Ramadhan, karena membangunkan umat muslim untuk sahur.

Namun yang terjadi di Kabupaten Pulau Taliabu pada Sabtu (26/05/2018) pukul 02.30 WIT, kegiatan gendang sahur justru berujung maut.

Nasib naas dialami Slamet Firmansyah (18) warga Desa Lede, Kecamatan Taliabu Barat, yang tewas ditangan RM alias Ramahludin (21), warga Desa Balohang.

Dikutip dari malutpost.co.id Senin (28/05/2018), insiden ini bermula saat korban berselisih dengan Masri, yang merupakan kakak pelaku.

Keduanya berkelahi saat rombongan gendang sahur menuju ke salah satu rumah warga di Desa Lede, Kecamatan Lede. Melihat hal itu, pelaku yang diduga sudah mengonsumsi miras, bukannya melerai perkelahian tersebut namun langsung mencabut pisau dan menikam korban.

Bukan hanya sekali, pelaku menikam di dada dan perut. Korban kemudian dilarikan ke ke Puskesmas Lede oleh rekan-rekannya. Namun sayang nyawa korban tidak bisa diselamatkan karena kehabisan darah. Sementara pelaku langsung kabur setelah melakukan aksinya.

Wakapolres Kepsul Kompol Syamsul Alam saat dikonfirmasi mengatakan, setelah peristiwa ini Polsek Taliabu Barat mencari pelaku dan berhasil menangkapnya.

Pelaku kini ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku  dijerat dengan pasal 338 KUHP karena merampas nyawa orang  dengan sengaja.

Syamsul meminta warga tidak memperkeruh persoalan ini. ”Polisi sudah mendatangi  TKP, dan memberi pemahaman kepada masyarakat agar kasus tidak berbuntut panjang, khususnya keluarga korban untuk memberikan kepercayaan kepada polisi menangani  kasus ini,” pungkasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!